Kepada ibunda tercinta by diana on 22 April 2008 2 Comments

memburu nafas berbatu
: kepada ibunda tercinta

jeritmu memecahkan bulan di jantungku
rintihmu merobek malam menjadi serpihan
serpihan gelap yang menyayat. ragamu koyak
sedang aku hanya menggapai kekosongan
menyempurnakan luka lantas airmata membeku
hanya menjadi igau dan racau

kanker itu mungkin telah menjalar ke tengkuk
seiring teriak hampamu memanggil seluruh penghuni
kubur keluarga

jangan pergi…
aku belum sempat membuatmu tersenyum bangga
hanya luka dan duka yang kunarasikan sepanjang masa
jangan pergi…
berikan sedetik lagi untukku
agar bisa kupersembahkan bakti paling purba
– mencium telapak kakimu adalah menghirup wangi surga

biarkan aku memikul seluruh lukamu agar tak kudengar
rintih dan jeritmu yang menghancurkan langit dan bumi
di dadaku
biarkan kucumbu engkau sebagai seseorang
yang pernah singgah di rahimmu

jangan pergi…
hanya padamu kuterjemahkan makna cinta seutuhnya.

www.sireum.blogspot.com

Posted in Blog

   

2 responses

  1. jbnhwingld posted on May 1, 2008 at 9:55 pm

    Wow, cool man, big thanks! http://bztsvhuihnlg.com

    Reply

  2. Johni Pangalila posted on March 16, 2009 at 5:50 pm

    “Nobody has ever gone, as long as their soul remembers them.”

    Reply

Leave a Comment





*